Dokumen National Directory of Civil Society Resource Organizations: Indonesia yang diterbitkan oleh Synergos Institute (2002) disusun sebagai pemetaan awal organisasi sumber daya masyarakat sipil (civil society resource organizations/CSRO) di Indonesia dalam konteks pasca-Reformasi, ketika ruang kebebasan sipil terbuka tetapi kerangka kebijakan dan pendanaan domestik masih lemah. Berdasarkan survei terhadap 25 CSRO, direktori ini menunjukkan bahwa CSRO di Indonesia bersifat hibrida dan belum berfungsi terutama sebagai lembaga grantmaking, karena porsi terbesar pengeluaran justru dialokasikan untuk proyek yang dikelola sendiri, sementara hibah dan pinjaman hanya sebagian. Temuan penting lainnya adalah tingginya ketergantungan pada pendanaan internasional dibandingkan sumber domestik, yang mengindikasikan perlunya penguatan filantropi lokal, diversifikasi sumber daya, serta reformasi kebijakan pendukung seperti insentif pajak dan peningkatan akuntabilitas sektor agar CSRO dapat berperan lebih strategis dalam memperkuat ekosistem masyarakat sipil Indonesia.
National Directory of Civil Society Resource Organizations: Indonesia (10 downloads )