Building Resilient Ecosystem, Sustainable Impact Organizations for Ford Grantees & Beyond

Dokumen Building Resilient Ecosystem, Sustainable Impact Organizations for Ford Grantees & Beyond disusun dalam konteks strategi Ford Foundation untuk memastikan keberlanjutan jangka panjang organisasi masyarakat sipil (CSO/NGO) di Indonesia ketika dukungan donor besar berakhir, dengan menekankan penguatan kapasitas dan ketahanan finansial alih-alih ketergantungan hibah. Buku/proposal ini memaparkan rancangan program lima tahun yang diinisiasi PLUS – Platform Usaha Sosial, khususnya Fase 2 (tahun 2–5), yang berfokus pada pembangunan ekosistem pembelajaran melalui Resource Hub inklusif: menyediakan kurikulum, lokakarya, webinar, mentoring, basis data CSO/NGO, serta perintisan NGO Incubator Lab dan eksplorasi model bisnis untuk keberlanjutan platform. Secara logis, argumen utama dokumen ini menautkan penguatan kepemimpinan, tata kelola, komunikasi, dan ketahanan finansial organisasi dengan peningkatan visibilitas, kredibilitas, dan akuntabilitas CSO, melalui kolaborasi multipihak (Ford Foundation, PLUS, Penabulu, REMDEC, YBIE, dan mitra lain) serta konektivitas Global South, sehingga dampak Ford melampaui grantee saat ini dan menciptakan infrastruktur pengetahuan yang dapat diakses luas oleh masyarakat sipil Indonesia.

Building Resilient Ecosystem, Sustainable Impact Organizations for Ford Grantees & Beyond (2264 downloads )

Baca Lainnya

Garden Mind an Eco-system View of Change and Different Role for the State

Perubahan sosial tidak lahir dari kontrol, melainkan dari relasi, pembelajaran kolektif, dan kemampuan masyarakat beradaptasi. Sumber: Suee Goss (2020). Garden Mind an Eco-system View of...

Laporan Indeks Kedermawanan Dunia 2026

Laporan World Giving Index 2026 menunjukkan kedermawanan global tetap kuat, dengan ikatan komunitas dan kepercayaan menjadi faktor utama.

Ombudsman untuk Siapa? Diskusi tentang Pengawasan Pelayanan Publik dan Peran Masyarakat Sipil

Webinar “Ombudsman untuk Siapa?” mengulas peran pengawasan pelayanan publik serta pentingnya kolaborasi Ombudsman dengan masyarakat sipil untuk atasi maladministrasi.

Ketika Kepedulian Hendak Disertifikasi

Wacana sertifikasi aktivis HAM berisiko menjinakkan gerakan moral. Aktivisme adalah panggilan nurani, bukan profesi formal yang perlu legalitas negara.