Building Resilient Ecosystem, Sustainable Impact Organizations for Ford Grantees & Beyond

Dokumen Building Resilient Ecosystem, Sustainable Impact Organizations for Ford Grantees & Beyond disusun dalam konteks strategi Ford Foundation untuk memastikan keberlanjutan jangka panjang organisasi masyarakat sipil (CSO/NGO) di Indonesia ketika dukungan donor besar berakhir, dengan menekankan penguatan kapasitas dan ketahanan finansial alih-alih ketergantungan hibah. Buku/proposal ini memaparkan rancangan program lima tahun yang diinisiasi PLUS – Platform Usaha Sosial, khususnya Fase 2 (tahun 2–5), yang berfokus pada pembangunan ekosistem pembelajaran melalui Resource Hub inklusif: menyediakan kurikulum, lokakarya, webinar, mentoring, basis data CSO/NGO, serta perintisan NGO Incubator Lab dan eksplorasi model bisnis untuk keberlanjutan platform. Secara logis, argumen utama dokumen ini menautkan penguatan kepemimpinan, tata kelola, komunikasi, dan ketahanan finansial organisasi dengan peningkatan visibilitas, kredibilitas, dan akuntabilitas CSO, melalui kolaborasi multipihak (Ford Foundation, PLUS, Penabulu, REMDEC, YBIE, dan mitra lain) serta konektivitas Global South, sehingga dampak Ford melampaui grantee saat ini dan menciptakan infrastruktur pengetahuan yang dapat diakses luas oleh masyarakat sipil Indonesia.

Building Resilient Ecosystem, Sustainable Impact Organizations for Ford Grantees & Beyond (2173 downloads )

Baca Lainnya

UU Polri dan Problem Rangkap Jabatan Polri Aktif di Jabatan Sipil

Putusan MK melarang Polri aktif di jabatan sipil tanpa pensiun. Namun, UU Polri baru justru berisiko melanggengkan praktik rangkap jabatan dengan dalih penugasan.

Why the INGO System Remains Stuck and How We Shift It

Meski lokalisasi semakin populer, sistem bantuan global dinilai masih mempertahankan ketimpangan kuasa yang menghambat perubahan.

Ruling Indonesia: Jokowi’s Presidency in an Age of Democratic Crisis and Great Power Competition

Warisan Jokowi digambarkan sebagai paradoks: Indonesia tumbuh lebih kuat secara ekonomi, tetapi mengalami kemunduran demokrasi.

Catatan Penilaian Situasi Ruang Sipil dan Keterlibatan Publik di Provinsi Sulbar Tahun 2025

Konsolidasi masyarakat sipil Sulbar menyoroti kebutuhan memperkuat konektivitas, pengetahuan bersama, dan agenda advokasi kolektif.