Harga Sebuah Pikiran

Ilmu pengetahuan pada akhirnya bukan sekadar apa yang tertulis di jurnal. Ia ada dalam percakapan, dalam keraguan, dalam keberanian untuk tidak ikut arus.

Penulis: Kasiyan (Dimuat di Kompas pada 17 Okt 2025)

Artikel Harga Sebuah Pikiran mengungkap ironi besar dunia akademik modern: pengetahuan, yang seharusnya menjadi milik publik, kini dikomodifikasi oleh industri penerbitan ilmiah global. Penulis menyoroti bagaimana peneliti muda harus membayar agar karya mereka dapat terbaca, sementara penerbit besar—Elsevier, Springer, Wiley, Taylor & Francis—menguasai akses terhadap hasil riset yang justru didanai publik.

Sistem publish or perish digambarkan telah berubah menjadi dogma yang mengekang. Publikasi bukan lagi ruang pertukaran ide, melainkan ritual mengejar metrik: impact factor, H-index, quartile, Scopus, dan WoS. Akibatnya, ilmuwan terdorong memproduksi artikel secara mekanis, mengikuti algoritma sitasi daripada keingintahuan intelektual.

Penulis menegaskan bahwa kelimpahan publikasi tidak selalu melahirkan makna. Dunia akademik kini menyerupai perpustakaan tak berujung ala Borges—penuh, tetapi kehilangan orientasi. Bahkan kritik atas sistem ini pun dapat dikomodifikasi kembali oleh penerbit, menunjukkan bagaimana kapitalisme mengubah perlawanan menjadi peluang pasar.

Meski demikian, artikel ini tetap menyisakan harapan. Di balik birokrasi dan paywall, penulis meyakini bahwa hasrat manusia untuk memahami dunia tidak bisa sepenuhnya dijinakkan. Pengetahuan sejati, seperti digambarkan Montaigne, lahir dari refleksi dan percakapan—bukan dari metrik atau biaya publikasi. Dunia akademik hanya bisa pulih ketika ilmu dikembalikan pada akarnya: rasa ingin tahu yang jujur dan bebas.[]

Baca Lainnya

APBN 2027 Jangan Mengulang Kesalahan Transfer ke Daerah

Penyusunan APBN 2027 harus mereformasi hubungan fiskal pusat-daerah guna mengatasi ketimpangan kewenangan dan beban pembiayaan yang kian menekan APBD.

Obligasi Daerah, Jalan Keluar Fiskal

Pemangkasan Transfer ke Daerah 2026 menuntut kemandirian fiskal pemda. RUU Obligasi Daerah mendesak disahkan demi kepastian hukum investasi produktif.

Bagian 2: Ketika Republik Terlalu Lama Berjalan di Inferno

Refleksi filosofis atas degradasi moral penegakan hukum akibat korupsi sistemik di Indonesia melalui metafora siklus neraka Inferno karya Dante.

Bagian 1: Ketika Republik Terlalu Lama Berjalan di Inferno 

Refleksi filosofis atas degradasi moral penegakan hukum akibat korupsi sistemik di Indonesia melalui metafora siklus neraka Inferno karya Dante.