Indonesia perlu memperkuat bantalan ekonomi di tengah ancaman “badai sempurna” yang dipicu berbagai risiko global dan domestik.
Sumber: Kahlil Rowter (Dimuat di The Jakarta Post, 28 Mei 2026)
Dalam artikelnya di The Jakarta Post, Kahlil Rowter memperingatkan bahwa Indonesia berisiko menghadapi “badai sempurna” ekonomi akibat kombinasi tekanan global dan domestik, termasuk lonjakan subsidi energi, inflasi, pelemahan rupiah, potensi penurunan peringkat utang, ketidakpastian kebijakan ekspor CPO, serta kenaikan suku bunga global. Menurutnya, akumulasi risiko tersebut dapat melemahkan kepercayaan investor dan konsumen, menekan investasi dan konsumsi, memperlambat pertumbuhan ekonomi, serta meningkatkan kerentanan sektor keuangan. Untuk menjaga stabilitas dan momentum pertumbuhan, pemerintah dinilai perlu memperkuat bantalan ekonomi melalui disiplin fiskal, pengelolaan risiko yang prudent, dan kepastian kebijakan ekonomi.
