Serangan Air Keras terhadap Andrie Yunus adalah Teror terhadap Pembela HAM

Pernyataan Solidaritas Civic Engagement Alliance (CEA): Serangan Air Keras terhadap Andrie Yunus – Wakil Koordinator KontraS adalah Teror terhadap Pembela HAM

Civic Engagement Alliance (CEA) menyatakan keprihatinan mendalam atas tindakan pidana kekerasan berupa serangan penyiraman air keras yang dialami oleh Andrie Yunus, Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), yang dilakukan oleh orang tidak dikenal.

Kami juga mengecam keras kekerasan tersebut karena merupakan tindak kekerasan serius dan tidak dapat dipandang sebagai kejahatan biasa. Tindakan tersebut adalah bukti negara ini ketakutan dan bersikap reaksioner kepada warganya yang bersuara keras terhadap ketidakadilan dan pelanggaran HAM.

Sebagaimana diketahui, Andrie Yunus —seorang pembela hak asasi manusia— dalam beberapa aktifitas terakhir cukup keras dan aktif melakukan penolakan terhadap upaya remiliterisasi di Indonesia. Sejak bermulanya revisi UU TNI yang tanpa partisipasi bermakna dari masyarakat, dan berlanjut dibahas secara kilat hingga akhirnya Andrie bersama kelompok masyarakat sipil lainnya mengajukan Judicial Review atas UU TNI ini. Bahkan kejadian penyiraman air keras yang dialaminya hanya sepersekian jam dari aktifitasnya mengikuti siniar Diskusi Remiliterisasi di kantor YLBHI.

Tindakan ini menunjukkan eskalasi ancaman nyata terhadap keselamatan aktivis dan semakin menguatkan situasi menyempitnya ruang sipil di Indonesia. Dimulai dengan kekerasan dan intimidasi nyata terhadap pembela dan aktifitas HAM, kriminalisasi terhadap masyarakat sipil, bahkan pasca kejadian terhadap Andrie Yunus, muncul pernyataan Presiden yang ingin menertibkan para pengamat karena dianggap terlalu kritis terhadap pemerintah.

CEA menegaskan bahwa pembela HAM memiliki hak atas perlindungan, sebagaimana dijamin oleh Konstitusi, hukum nasional, serta Deklarasi PBB tentang Pembela Hak Asasi Manusia. Serangan dengan metode kekerasan ekstrem seperti penyiraman air keras merupakan bentuk teror dan intimidasi, yang bertujuan membungkam suara kritis dan menebar ketakutan di kalangan masyarakat sipil.

Atas peristiwa ini, Civic Engagement Alliance (CEA) mendesak:

  1. Aparat penegak hukum untuk segera mengusut tuntas kasus ini secara profesional, transparan, dan independen, serta mengungkap pelaku dan aktor intelektual di balik serangan, dengan tetap menjaga keamanan bukti dan saksi-saksi.
  2. ⁠Negara menjamin keselamatan dan pemulihan fisik maupun psikologis bagi Andrie Yunus.
  3. ⁠Penghentian segala bentuk kekerasan, intimidasi, dan pembiaran terhadap pembela HAM dan organisasi masyarakat sipil.
  4. ⁠Komitmen serius pemerintah untuk melindungi ruang sipil dan memastikan kebebasan berekspresi serta kerja-kerja advokasi HAM dapat berlangsung tanpa ancaman.

CEA menyatakan solidaritas penuh kepada Andrie Yunus, keluarga, dan seluruh keluarga besar KontraS. Kami menyerukan kepada publik, media, dan komunitas masyarakat sipil untuk bersama-sama mengawal proses penegakan hukum atas kasus ini dan menolak segala bentuk kekerasan terhadap pembela HAM.

Serangan terhadap satu pembela HAM adalah serangan terhadap demokrasi dan kemanusiaan.

#SolidaritasUntukAndrieYunus

#LindungiPembelaHAM

#StopKekerasan

#JagaRuangSipil

#KamiMataAndrie

Baca Lainnya

Menuju Hilirisasi Berkelanjutan atau Degradasi Ekologis?

Hilirisasi nikel PSN di Sulawesi Tenggara hadapi tantangan degradasi ekologis masif, mengancam satwa endemik dan stabilitas hidrologi berkelanjutan

Konsolidasi OMS Pulau Timor: Merajut Daya, Menjaga Ruang Sipil, dan Menguatkan Solidaritas Antar Pulau

Kupang, 13 Maret 2026 — Konsolidasi Organisasi Masyarakat Sipil (OMS) Pulau Timor yang melibatkan perwakilan dari Timor, Rote, Sabu, dan Alor dirancang sebagai ruang berbagi...

Kabar Duka: Wafatnya Sukri Adiputra dari KKP Sendana

Telah berpulang kawan dan saudara kita, Sukri Adiputra dari KKP (Kerukunan Keluarga Pemuda) Sendana, anggota CEA dari Regio Sulbar.

Paradoks Hilirisasi: Disparitas Ruang dan Risiko Ekologis PSN di Sulawesi Tenggara

Kajian strategis paradoks hilirisasi nikel di Sulawesi Tenggara mengungkap disparitas ruang, risiko ekologis, serta urgensi tata kelola inklusif bagi lokal.