Bagaimana refleksi terhadap ruang sipil dan keterlibatan publik di Daerah Istimewa Yogyakarta hari ini?
Catatan ini memotret kondisi ruang sipil dan keterlibatan publik di Daerah Istimewa Yogyakarta melalui proses refleksi partisipatif yang melibatkan organisasi masyarakat sipil dari berbagai isu dan wilayah. Di tengah meningkatnya tekanan sosial-ekologis akibat ekspansi pariwisata, investasi, alih fungsi lahan, hingga pembangunan infrastruktur, masyarakat sipil DIY tetap menunjukkan kapasitas yang kuat melalui pengorganisasian komunitas, advokasi kebijakan, kolaborasi lintas isu, serta berbagai inisiatif ekonomi berbasis komunitas.
Refleksi ini menunjukkan bahwa DIY memiliki modal sosial, pengetahuan, dan jejaring yang kuat untuk membangun gerakan masyarakat sipil yang lebih kolaboratif. Di sisi lain, konsolidasi juga menegaskan perlunya memperkuat konektivitas antarorganisasi, sistem pengelolaan pengetahuan bersama, regenerasi gerakan, serta model mobilisasi sumber daya yang berkelanjutan agar ruang sipil dan keterlibatan publik semakin inklusif, adaptif, dan berdampak di masa depan.[]
Catatan Penilaian Situasi Ruang Sipil dan Keterlibatan Publik di Provinsi DIY Tahun 2025 (49 downloads )