Bagaimana refleksi terhadap ruang sipil dan keterlibatan publik di Nusa Tenggara Barat hari ini?
Catatan ini merekam dinamika ruang sipil dan keterlibatan publik di Nusa Tenggara Barat melalui proses refleksi partisipatif yang melibatkan organisasi masyarakat sipil, akademisi, dan jurnalis dari Pulau Lombok, Sumbawa, hingga Bima. Di tengah meningkatnya tekanan terhadap ruang hidup, tantangan tata kelola pembangunan, serta fragmentasi kerja antarorganisasi, masyarakat sipil NTB menunjukkan modal gerakan yang kuat melalui pengorganisasian komunitas, advokasi kebijakan, pengembangan pengetahuan, dan berbagai praktik mobilisasi sumber daya.
Proses refleksi ini memperlihatkan bahwa tantangan terbesar bukan hanya memperluas ruang sipil, tetapi juga memperkuat keterhubungan antargerakan. Beragam pengalaman, pengetahuan, dan praktik baik yang telah tumbuh di berbagai wilayah masih perlu dikonsolidasikan agar menjadi kekuatan kolektif yang mampu menjawab persoalan lintas isu. Refleksi ini sekaligus menegaskan pentingnya membangun sistem pengetahuan bersama, memperkuat konektivitas organisasi, mengembangkan model mobilisasi sumber daya yang berkelanjutan, serta mendorong advokasi yang lebih kolaboratif, inklusif, dan berbasis perspektif GEDSI maupun ekologi.[]
Catatan Penilaian Situasi Ruang Sipil dan Keterlibatan Publik di Provinsi NTB Tahun 2025 (70 downloads )