Bagaimana refleksi terhadap ruang sipil dan keterlibatan publik di Sumatera Bagian Selatan hari ini?
Catatan ini merekam refleksi partisipatif mengenai kondisi ruang sipil dan keterlibatan publik di Regio Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) yang meliputi Lampung, Bengkulu, Sumatera Selatan, Jambi, dan Kepulauan Bangka Belitung. Di tengah tantangan konflik agraria, ekspansi industri ekstraktif, kriminalisasi aktivis, perubahan iklim, serta keterbatasan konektivitas antarorganisasi, masyarakat sipil terus memperkuat ruang geraknya melalui pengorganisasian komunitas, advokasi kebijakan, kolaborasi lintas isu, dan pengembangan inisiatif ekonomi berbasis komunitas.
Refleksi ini menunjukkan bahwa masyarakat sipil di Sumbagsel memiliki kekuatan pada pengorganisasian berbasis komunitas, narasi advokasi, serta kemampuan membangun kolaborasi lintas sektor. Namun, tantangan masih terlihat pada keberlanjutan gerakan, perlindungan aktivis, konektivitas regional, regenerasi organisasi, dan kemandirian pendanaan. Konsolidasi ini menegaskan pentingnya memperkuat jejaring lintas provinsi, membangun sistem perlindungan dan pengetahuan bersama, mengembangkan sumber daya kolektif, serta menjadikan perspektif hak asasi manusia dan keadilan sebagai fondasi gerakan masyarakat sipil di kawasan Sumbagsel.[]
Catatan Penilaian Situasi Ruang Sipil dan Keterlibatan Publik di Sumbagsel Tahun 2025 (75 downloads )