Bagaimana refleksi terhadap ruang sipil dan keterlibatan publik di TIROSA hari ini?
Catatan ini merekam hasil penilaian partisipatif mengenai kondisi ruang sipil dan keterlibatan publik di wilayah TIROSA (Timor, Rote, Sabu, dan Alor) menggunakan instrumen CIVICA. Di tengah meningkatnya tekanan terhadap ruang hidup masyarakat akibat Proyek Strategis Nasional (PSN), konflik lahan, perubahan iklim, kriminalisasi aktivis, militerisasi, serta berbagai persoalan sosial seperti Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan kesehatan mental, organisasi masyarakat sipil (OMS) terus memperkuat pengorganisasian berbasis komunitas, advokasi kebijakan, perlindungan aktivis, dan pengembangan jejaring kolaborasi lintas wilayah.
Refleksi ini menunjukkan bahwa masyarakat sipil di TIROSA memiliki modal penting berupa pengorganisasian komunitas, rekam jejak advokasi kebijakan, narasi berbasis kearifan lokal, dan berbagai inisiatif ekonomi komunitas. Namun, gerakan masyarakat sipil masih menghadapi tantangan berupa ketimpangan sebaran OMS, ketergantungan pada donor, lemahnya konektivitas dan sistem pengetahuan bersama, kesenjangan regenerasi, serta meningkatnya ancaman terhadap ruang sipil. Konsolidasi ini menegaskan pentingnya memperkuat kolaborasi lintas isu dan wilayah, membangun sistem informasi dan pendanaan kolektif, mengembangkan kaderisasi, serta memperkuat perlindungan bagi pengorganisir untuk menjaga keberlanjutan ruang sipil di TIROSA.
Catatan Penilaian Situasi Ruang Sipil dan Keterlibatan Publik di TIROSA Tahun 2026 (56 downloads )