Bagaimana refleksi terhadap ruang sipil dan keterlibatan publik di Pulau Flores hari ini?
Catatan ini merekam hasil penilaian partisipatif mengenai kondisi ruang sipil dan keterlibatan publik di Pulau Flores menggunakan instrumen CIVICA. Di tengah meningkatnya ancaman ekologis dan sosial, seperti ekspansi proyek geotermal, Proyek Strategis Nasional (PSN), konflik agraria, penyempitan ruang hidup masyarakat adat, serta berbagai persoalan layanan dasar dan kekerasan berbasis gender, organisasi masyarakat sipil (OMS) di Flores terus membangun pengorganisasian berbasis komunitas, memperkuat kapasitas organisasi, mengembangkan jejaring kolaborasi, dan memanfaatkan kearifan lokal sebagai fondasi advokasi.
Refleksi ini menunjukkan bahwa masyarakat sipil di Flores telah memiliki fondasi gerakan yang kuat melalui pengorganisasian akar rumput, perlindungan aktivis, tradisi berbagi sumber daya, dan praktik advokasi berbasis budaya lokal. Namun, konektivitas antarorganisasi masih bergantung pada relasi personal, sebaran OMS belum merata, serta terdapat kesenjangan pengetahuan dan regenerasi. Karena itu, konsolidasi ini merekomendasikan penguatan gerakan kolektif melalui pemetaan aktor kunci, dokumentasi pengetahuan, penguatan pembelajaran lintas generasi, mobilisasi sumber daya kolaboratif, serta pembangunan narasi advokasi berbasis kearifan lokal untuk mendukung keberlanjutan ruang sipil di Flores.
Catatan Penilaian Situasi Ruang Sipil dan Keterlibatan Publik Flores Tahun 2026 (37 downloads )