Civic Engagement Alliance (CEA)

CIVIC ENGAGAMENT ALLIANCE (CEA)

Aliansi Keterlibatan Sipil Indonesia

CEA adalah aliansi 78 organisasi masyarakat sipil dari 19 provinsi di Indonesia untuk mengadvokasi ruang sipil, demokrasi, ketimpangan, dan kelestarian alam.

Rilis Pers

Respons Bencana Pulau Sumatera: Memperkuat Konektivitas, Solidaritas Warga, dan Mendesak Penanganan Negara

Visi & Mandat

Visi: Ekosistem Masyarakat Sipil yang Berdaya dan Setara

Mandat & Tujuan: CEA hadir dengan mandat utama untuk memperkuat ruang-ruang sipil di Indonesia agar lebih aman dan terbuka. Aliansi ini percaya bahwa ruang sipil yang sehat akan mendorong keterlibatan masyarakat (civic engagement) yang lebih bermakna, sekaligus memperkuat ketahanan demokrasi Indonesia.

Nilai-Nilai

  • Niat yang murni, yakni setiap tindakan CEA didasari pada keinginan yang murni dan tulus untuk gerakan perubahan sosial;
  • Riang gembira, yakni setiap kerja yang dilakukan CEA harus menggunakan dan mencerminkan ekspresi batin riang gembira;
  • Ketersalingan, yaitu setiap kerja yang dilakukan CEA didasari pada prinsip penghargaan inklusivitas, kesetaraan, adil, toleransi agar ruang sipil aman, dapat diwujudkan;
  • Menghebatkan yang lain, bahwa CEA bekerja untuk memberdayakan, menghindari egosistem, memunculkan solusi kepeloporan melalui imajinasi luas menuju menuju masyarakat sipil yang aman, terbuka, terorganisir dan terstruktur;
  • Antirasisme dan nondiskriminasi.

Mandat & Tujuan

CEA hadir dengan mandat utama untuk memperkuat ruang sipil di Indonesia agar lebih aman dan terbuka. Aliansi ini percaya bahwa ruang sipil yang kondusif akan mendorong keterlibatan masyarakat (civic engagement) yang lebih bermakna, sekaligus memperkuat ketahanan demokrasi Indonesia.

Struktur Gerak CEA

CEA merupakan gerakan sosial—jejaring simpul-simpul regional yang saling terhubung secara nasional—bukan organisasi resmi sehingga tidak berbadan hukum.

Seluruh simpul regional bersifat otonom dan independen namun bekerja secara kolektif karena "terikat" tujuan dan nilai yang sama, punya kesadaran perspektif ekosistem bahwa gerak individu organisasi akan memengaruhi keseluruhan capaian bersama.

Struktur CEA

Tata Kelola Sumber Daya

Penguatan kepemimpinan, peran, kepemilikan, dan kapasitas aktor lokal, berakar pada sumberdaya lokal dengan pemanfaatan sebesar-besarnya bagi konstituen lokal, pengelolaan sumberdaya dan pengambilan keputusan pada tingkat paling bawah yang kompeten dan paling dekat dengan penerima manfaat.

Kelola Sumber Daya

Siar

KABAR | RILIS | PRAKARSA | PEMBELAJARAN | ADVOKASI

CEA Region Sulawesi Barat Resmi Lahir dari Pertemuan Lintas Generasi Aktivis

Melalui refleksi bersama, OMS Sulawesi Barat memetakan kekuatan, tantangan, dan strategi kolaborasi baru untuk memperkuat advokasi publik di wilayahnya.

Philanthropy and Law in Asia

Buku ini menunjukkan bagaimana regulasi membentuk peluang dan tantangan filantropi di Asia, sekaligus mengarahkan peran strategis organisasi masyarakat sipil.

Ruang Sipil Menyempit di 14 Negara: Laporan Riset Oxfam Novib 2025

Ruang sipil menyempit di 14 negara: protes direpresi, aktivis dikriminalisasi, intimidasi digital meningkat, dan korporasi kian mendominasi kebijakan publik.

Harga Sebuah Pikiran

Ilmu pengetahuan pada akhirnya bukan sekadar apa yang tertulis di jurnal. Ia ada dalam percakapan, dalam keraguan, dalam keberanian untuk tidak ikut arus.

Dekolonisasi Gerakan Sosial

Gerakan sosial harus belajar hidup dan berkembang dari dukungan rakyat serta perlunya dekolonisasi guna membongkar belenggu warisan kolonial di Indonesia.

Gerakan Gen Z dan Reposisi NGO

Mereka tak menunggu komando, tak tunduk pada hierarki, dan tak merasa perlu menumpang pada LSM, ormas atau NGO. Apa dan bagaimana selanjutnya gerakan gen Z?